Minggu, 08 Maret 2015

Keajaiban Sholat Tahajud

Redaksi – Senin, 10 Ramadhan 1435 H / 7 Juli 2014 13:18 WIB
“Jika matahari sudah terbenam, aku gembira dengan datangnya malam dan manusia tidur karena inilah saat hanya ada Allah dan aku.”
Sejarah telah mencatat bahwa Rasulullah Saw dan para sahabat selalu melaksanakan shalat tahajud. shalat tahajud adalah shalat yang sangat mulia. Keajaiban melaksanakan shalat tahajud telah tercatat dalam alquran. Ada beberapa keajaiban shalat tahajud seperti berikut ini:
1. Shalat Tahajud sebagai tiket masuk surga …
Abdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Saw saat itu adalah, “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).
2. Amal yang menolong di akhirat …
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah).” (QS. Az Zariyat: 15-18)
Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sangat nikmat di akhirat kelak
.
3. Pembersih penyakit hati dan jasmani …
Salman Al Farisi berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam dapat) mendekatkan kamu kepada tuhanmu, (shalat malam adalah) sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)

4. Sarana meraih kemuliaan …
Rasulullah Saw bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain.” (HR. Al Baihaqi)

5. Jalan mendapatkan rahmat Allah …
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)

6. Sarana Pengabulan permohonan …
Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa orang-orang yang menunaikan shalat tahajud dengan ikhlas. Rasulullah Saw Bersabda,
“Dari Jabir berkata, bahwa nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya di malam hari , ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)

7. Penghapus dosa dan kesalahan …
Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi)

8. Jalan mendapat tempat yang terpuji …
Allah berfirman,
“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)

9. Pelepas ikatan setan …
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.”

10. Waktu utama untuk berdoa …
Amru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah! Malam apakah yang paling di dengar?”, Rasulullah Saw menjawab, “Tengah malam terakhir, maka shalat lah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalat waktu tersebut adalah maktubah masyudah (waktu yang apabila bermunajat maka Allah menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya)” (HR. Abu Daud)

11. Meraih kesehatan jasmani …
“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri pada Allah Swt, penghapus dosa, dan pengusir penyakit dari dalam tubuh.” (HR. At-Tarmidzi)

12. Penjaga kesehatan rohani …
Allah SWT menegaskan bahwa orang yang shalat tahajud akan selalu mempunyai sifat rendah hati dan ramah. Ketenangan yang merupakan refleksi ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat.
Allah Berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)
Keajaiban shalat tahajud sudah terbukti, maka bertahajudlah!
Mungkin masih banyak lagi keajaiban shalat tahajud yang mungkin terlewat dari tulisan ini. Yang pasti shalat tahajud merupakan shalat yang bagus sebagai ibadah tambahan bagi kita.
Subhanallah .. Shalat tahajud benar-benar dahsyat dalam meraih kebaikan dunia akhirat ..(Dz-Alzilzaal)
Sumber : http://www.eramuslim.com/peradaban/quran-sunnah/keajaiban-sholat-tahajud.htm 

Gedung Lawang Sewu dan 10 Kisah Menyeramkan Tentangnya

     Mediametafisika.com - Untuk Anda yang tinggal atau pernah berkunjung ke kota Semarang pasti tidak asing lagi dengan yang namanya gedung Lawang Sewu. Sebuah gedung peninggalan jaman Belanda yang dibangun pada tahun 1904.
Gedung ini terletak di bundaran Tugu Muda, lebih tepatnya terletak di sisi timur Tugu muda semarang(di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda) yang saat masa penjajahan arena itu disebut Wilhelminaplein. Sahabat mediametafisika.com, pada awalnya gedung ini digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS).
Sebuah gedung tiga lantai bergaya art deco (1850 sampai 1940) ini merupakan karya dari Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag, 2 orang arsitek dari Belanda. Gedung tua ini mendapat julukan Lawang Sewu atau dalam bahasa Indonesia yaitu Seribu Pintu, sebab bangunan ini benar-benar memiliki pintu yang sangat banyak.
Kurang lebih 110 tahun lamanya Lawang Sewu berdiri dan menjadi saksi sejarah sekaligus kehidupan rakyat Semarang. Tak bisa dipungkiri keberadaan Lawang Sewu memiliki banyak sekali kisah tentangnya. Entah itu kisah bahagia, heroik, menyedihkan bahkan ada pula kisah menyeramkan. Kira-kira kisah seram apakah yang ada disana? yuk langsung kita simak saja:

1. Hantu Wanita Berambut Panjang
Sosok wanita berambut panjang adalah satu dari sekian banyak cerita penampakan yang paling dikenal di Lawang Sewu. Bukan itu saja, pada beberapa acara uji nyali di stasiun televisi swasta, kemunculan wanita berambut panjang ini kerap terlihat di kamera. Sahabat pembaca mediametafisika.com, namun hingga saat ini tak ada yang tahu siapa sebenaranya sosok hantu wanita ini.
Konon, penampakan makhluk astral wanita berambut panjang itu sering kali terlihat di lorong-lorong sepanjang gedung tua ini. Mereka yang pernah menjadi saksi mata, mengatakan bahwa wanita itu berjalan seakan mencari sesuatu dengan tatapan kosong dan aura menyeramkan.
2. Aroma Aneh Penjara Berdiri
Pada ruang bawah tanah Lawang Sewu terdapat penjara berdiri. Ketika itu sebanyak 5 sampai 6 orang tahanan dijejalkan ke dalam kotak yang hanya berdiameter sekitar 60cm x 1m, tahanan-tahanan itu berdiri berdesakan kemudian ditutup pintu besi hingga mereka semua mati karena kehabisan oksigen.
Dan andai masih ada yang bertahan hidup, kepala mereka akan dipenggal dan mayatnya akan dibuang ke sungai kecil di samping Gedung tua ini. Dipercaya karena aksi penyiksaan di penjara berdiri tersebut, sampai saat ini aroma-aroma aneh dan misterius mulai dari bau anyir darah masih bisa tercium dari sana.
3. Lorong Hantu Bawah Tanah
Pada bagian bawah tanah Lawang Sewu yang juga terdapat penjara serta bunker, pada bagian ini terdapat sebuah lorong yang dianggap sebagai lorong hantu. Dipercaya, bila seseorang berjongkok dan diam di lorong itu maka dia akan mendapatkan kejutan yang menarik.
Sahabat pembaca mediametafisika.com, kejutan itu adalah sesosok bayangan berbentuk seperti manusia yang tergantung di atas dengan mata hijau menyala terang. Sosok bayangan itu akan berjalan merangkak dari atas berusaha mendekati siapa saja yang berhasil melihat kemunculannya, layaknya seorang bayi tetapi merangkak di atas langit.
4. Penampakan Bayangan di Langit Lantai Tiga
Lawang sewu merupakan salah satu lokasi wisata sejarah, budaya, dan sedikit berbau mistis. Bangunan ini memang menyimpan banyak kisah misterius yang menyertainya. Untuk Anda yang ingin berkunjung kesana bersama seorang tour guide dan berkeliling untuk melihat setiap sudutnya cukup membayar sedikit uang untuk masuk.
Kabarnya, ada seorang juru kunci Lawang Sewu yang bisa memperlihatkan keangkeran Bangunan tua ini. Keangkeran ini dapat dilihat di sebuah ruangan di lantai tiga Lawang Sewu. Dipercaya juru kunci itu bisa memanggil sang 'penghuni' yang muncul dalam sosok bayangan yang menggantung di langit-langit. Namun sayang, karena tidak semua pengunjung bisa diajak melihat kesempatan istimewa tersebut.
5. Ada Sosok Yang Memperhatikan
Disamping dua penjara di bagian bawah tanah Lawang Sewu, terdapat sebuah ruang penyiksaan oleh tentara Jepang di lantai tiga gedung yang cukup menyeramkan. Pada ruang itu terdapat tempat pemasungan kepala dan perantai tubuh.
Sobat mediametafisika.com, bahkan alat untuk memasung dan merantai para tahanan masih ada di sana dengan kondisi penuh karat. Yang lebih seram lagi adalah, bila Anda memasuki ruangan ini maka suasana menyiksa yang secara misterius akan Anda rasakan. Tidak sedikit yang bilang tiba-tiba sekujur tubuh jadi merinding, dan seolah-olah ada sosok yang terus memperhatikan dari kejauhan yang wujudnya tidak kelihatan.
6. Teriakan Misteri di Sumur
Bila suatu ketika nanti Anda berkesempatan ke Lawang Sewu, pada salah satu bagian depan halaman gedung akan Anda temui sebuah sumur tua yang setiap harinya selalu dikunci dan tak pernah dibuka lagi. Sumur tua itu berbentuk tembok meninggi dengan bagian dasar tanah dan bagian atapnya adalah genting warna merah tua. Dari penuturan warga sekitar, pada malam-malam hari nan sepi acap kali terdengar suara tangisan, teriakan kesakitan, dan ketakutan dari tentara Belanda.
Sumber sejarah menyebutkan di tempat itulah banyak tentara Belanda yang tewas dengan cara disembelih oleh para tentara Jepang dan kabarnya arwah mereka bergentayangan dan ingin menuntut balas atas kematian mereka yang tak wajar itu.
7. Penampakan di Ruang Utama
Ketika masuk ke Lawang Sewu Anda harus melewati sebuah pintu gerbang besar sebelum menuju ruangan utama gedung tua ini. Tidak sedikit orang yang melintasi area ini memiliki banyak sekali pengalaman penampakan hantu-hantu. Mulai dari penampakan tangan hitam besar yang menutupi jendela.
Juga pada bagian sudut langit-langit ruang utama ini, pernah ada cerita seseorang yang tak sengaja menyenter di malam hari dan melihat sosok mirip pocong berwajah rusak mengerikan. Pernah juga ada yang mengaku melihat bayangan putih yang berlari menembus tembok. Cukup menyeramkan ya?, mungkin untuk sobat mediametafisika.com yang penasaran, bisa menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Lawang Sewu saat malam hari.
8. Serdadu Belanda Penjaga Pintu
Dari penuturan salah seorang penjaga gedung tua ini, salah satu titik di mana sosok makhluk kasat mata itu acap kali menampakan wujudnya, adalah bagian pintu depan paling timur atau paling barat. Dipercaya sosok penjaga di pintu dengan arah berlawanan itu adalah para serdadu tentara Belanda lengkap dengan senjata laras panjangnya.
Ketika ada seseorang yang menyadari serdadu hantu tersebut, biasanya akan diawali dengan hembusan angin agak kencang ataupun semilir yang dibarengi oleh bau-bau misterius mulai dari wangi kemenyan hingga bau anyir darah yang membusuk dan sangat menyengat.
9. Kesurupan di Penjara Jongkok
Disamping penjara berdiri, terdapat juga penjara jongkok di bagian bawah tanah Lawang Sewu yang tak kalah seremnya. Kala itu sekitar 5 sampai 9 tahanan dimasukkan ke dalam kotak berukuran 1,5 meter persegi dengan tinggi 60 cm. Tahanan-tahanan saling jongkok berdesakan di dalam sana dan kotak itu lalu diisi air seleher dan ditutup dengan teralis besi sampai semua tahanan mati.
Sampai sekarang, kondisi penjara jongkok sangat gelap dan penuh air semata kaki. Bila Anda datang ke penjara jongkok ini sebaiknya jangan melamun, konon bagi mereka yang pikirannya kosong akan dengan mudah kesurupan.
10. Suara Jeritan Noni Belanda yang Ketakutan
Bukan hanya hantu tentara Jepang dan Belanda, hantu perempuan juga tak kalah seram. Sering kali terdengar jeritan-jeritan suara perempuan dari dalam Lawang Sewu, dipercaya jeritan itu bersumber dari jerit noni-noni Belanda.
Konon, tiap kali terdengar jeritan pasti disusul suara derap sepatu laras tentara Jepang dan Belanda. Sobat mediametafisika.com, sepertinya arwah mereka kompak, namun suara jeritan itu diperkirakan adalah jeritan noni Belanda yang ketakutan tatkala melihat aksi pembantaian Jepang terhadap tentara Belanda.
Dahulu kala dipercaya banyak tentara Belanda yang tewas disembelih oleh tentara Jepang. Hal ini membuat suara jeritan itu kadang disusul jeritan tentara Belanda yang kesakitan.
Sumber :https://www.facebook.com/mediametafisika/posts/689425204432229

Sejarah Bali (Bagian 3 - Putusnya Bali dengan Jawa yang mula-mula menjadi satu daratan)

          Kebanyakan orang-orang menduga, bahwa pulau Bali dengan pulau Jawa asal mulanya menjadi satu daratan. Akan tetapi kapan putusnya kedua pulau itu  , sehingga sekarang terdapat Selat Bali, para achli tiada dapat menentukannya.
          Kisah perjalanannya rombongan Markandeya ketika melakukan perpindahan dari Jawa ke Bali, sama sekali tiada menyebutkan tentang perjalanan mereka itu mempergunakan alat-alat pengangkutan dilaut untuk menyeberang. Hal itu mempertebal kepercayaan orang-orang, bahwa kedua pulau itu bekas menjadi satu daratan, sehingga memungkinkan orang-orang Bali Aga itu berjalan kaki menuju ketempat tanah-tanah yang dibukanya itu.
          Menurut uraian seuah kitab bernama “Usana Bali” , bahwa putusnya pulau Jawa dengan pulau Bali, adalah disebabkan kesaktian seorang Pendita bernama Mpu Sidhimantra.  Pendita itu bertempat tinggal; di Jawa Timur, kersahabat karib dengan seekor ular besar yang bernama  “NAGA  BASUKIH “   Naga itu berliang didesa Besakih yang terletak dikaki Gunung  Agung, merupakan sebuah goa  besar yang dianggap suci. Karena persahabatan itu  Mpu Sidhimantra tiap-tiap bulan purnama raya, selalu datang ke Besakihmendapatkan Naga Basukih dengan membawa madu, susu dan mentega, untuk sahabatnya itu.
          Mpu Sidhimantra mempunyai seorang anak laki-laki bernama Ida Manik Angkeran. Anaknya itu gemar berhudi, tiada menghiraukan nasehat ayahnya Oleh karena dalam perjudian itu sering kalah, sehingga menimbulkan ingatannya yang jahat. Pada suatu ketika menjelang bulan purnama raya, Mpu Sidhimantra kebetulan sakit, tiada sanggup  mendapatkan sahabatnya pergi ke Bali. Kesempatan itu dipergunakan oleh Ida Manik Angkeran untuk memuaskan nafsunya mencari  modal untuk berjudi. Sebuah  “ bajra”  kepunyaan ayahnya lalu diambilnya dengan diam-diam, tanpa ijin orang tuanya ia lalu pergi ke Bali mendapatkan Naga Basukih sahabat ayahnya itu. Sampai disana ia lalu duduk bersila sambil membunyikan  “bajra”  yang dibawanya itu sehingga Naga Basukih keluar dari liangnya.
          Atas pertanyaan ular besar itu, Ida Manik Angkeran lalu menerangkan, bahwa ayahnya masih sakit, oleh karena itu ia menjadi wakilnya membawa pasuguh berupa madu, susu dan mentega, yang biasa dihidangkan oleh ayahnya tiap-tiap bulan. Pemberian Ida Manik Angkeran itu diterima oleh Naga Basukih dengan senang hati, kemudian ditanyakan kepadanya, apa yang dikehendakinya untuk bekalnya pulang kembali ke Jawa. Ida Manik Angkeran menjawab, bahwa ia tiada minta apa-apa, seraya dipersilakannya Naga Basukih supaya masuk kegoanya, sebelum ia mohon diri.
          Naga Basukih lalu masuk kegoanya, sedang ekornya yang begitu panjang  sebagian masih berada diluar. Ida Manik Angkeran kagum melihat sebuah batu permata besar yang melekat pada ujung ekor Naga Basukih itu, sehingga menimbulkan hasratnya  hendak mengambil  batu permata yang tiada ternilai harganya itu.  Terpikir olehnya, bahwa batu permata itu cukup nanti dipakainya berjudi seumur hidup. Sejenak berpikir demikian, ekor Naga Basukih itu lalu dipenggalnya batu permata itu lalu dibawanya lari.
          Akan tetapi baru ia sampai dihutan  “Camara Geseng”  tiba-tiba ia mati hangus terbakar, karena bekas jejak kakinya dapat dijilat  oleh Naga Basukih yang sedang marah itu. Sekarang tersebutlah Mpu Sidhimantra , cemas mengenangkan  nasib  anaknya sudah lama tiada pulang-pulang, sedang  “bajra”  pusakanya telah hilang.Ia lalu pergi mendapatkan sahabatnya itu, seraya menanyakan keadaan anaknya yang sudah lama tidak pernah pulang.
          Naga Basukih lalu menerangkan kepada sahabatnya itu, bahwa Ida Manik Angkeran sudah mati, lantaran keberaniannya memenggal ekornya yang berisi batu permata. Mpu Sidhimantra menyesali perbuatan anaknya itu, seraya bermohon kepada sahabatnya itu supaya dosa anaknya itu suka diampuninya. Ia berjanji kepada sahabatnya itu, apabila anaknya itu dapat dihidupkan kembali, biarlah Ida Manik Angkeran selama hidupnya tinggal di Bali untuk menjadi abdipura Besakih sebagai  “Pemangku”  (penyelenggara upacara di pura). Permintaan Mpu Sidhimantra diluluskan, maka Ida Manik Angkeran lalu hidup kembali berkat kesaktian Naga Basukih itu.
          Maka semenjak itulah Ida Manik Angkeran disuruh oleh ayahnya supaya bertempat tinggal di Bali, tiada dibolehkan lagi pulang ke Jawa. Mpu Sidhimantra pulang kembali ke Jawa, setelah anaknya hidup lagi sebagai sediakala. Maka untuk mencegah kemungkinan  anaknya itu  akan menyusul perjalanannya , lalu digoreskanlah tongkatnya, sehingga daratan pulau Bali dengan pulau Jawa menjadi putus  karenanya. Demikianlah ceriteranya, asal mulanya ada Selat Bali yang disebut  “SEGARA RUPEK”
          Ceritera kitab itu merupakan dongeng dan tachyul, tetapi kenyataannya sukar dibantah. Keturunan Ida Manik Angkeran itu disebut  “Ngurah Sidemen”  ternyata sampai kini berkewajiban menjadi  “Pemangku”  di Pura Besakih.
          Penulis bangsa Eropah bernama Raffles , Hageman  dan R. Van Eck, sama-sama membenarkan, bahwa Bali dan Jawa bekasnya menjadi satu daratan, oleh bencana alam yang disebabkan meletusnya sebuah gunung berapi, maka terjadilah gempa bumi besar, sehingga daratan kedua pulau itu menjadi putus.
          Mereka menerangkan, bahwa peristiwa itu terjadi di alam abad ke XIII *). Akan tetapi sayang keterangan mereka itu kurang jelas, gunung mana yang dikirakan meletus oleh mereka itu. Hasil penyelidikan menyatakan, bahwa sepanjang pantai Selat Bali itu, sekarang banyak terdapat  mata air panas berbau belerang. Kemungkinan disana dahulu terdapat sebuah gunung berapi yang sudah meletus.Diantara mata air panas itu sebuah disebut : Banyu Wedang, artinya air panas.  
          Sementara itu terdapat sebuah kitab bernama : Nagara-Kertagama karangan Prapanca, menerangkan bahwa putusnya pulau Jawa dengan pulau Madura terjadi dalam tahun Úaka 124. Bilangan tahun Úaka itu mempergunakan perhitungan  “candra-sangkala”  yaitu dengn perkataan yang berbunyi “ samudra nanggung bumi “  Keterangan kitab itu  sesuai  dengan pernyataan sebuah kitab bernama : “Wawatekan” yang menerangkan bahwa  “segara rupek”  itu , ialah “segara nanggung bumi”. Baik  “samudra”  maupun  “sagara”  sama artinya dengan lautan atau selat. Kedua perkataan itu sama dengan angka  4, menurut perhitungan tahun Candra-sangkala. Perkataan “nanggung” sama dengan angka  2. Sedang perkataan  “bumi” sama dengan angka  1. Oleh karena caranya menghitung angka-angka itu harus berbalik, maka terjadilah bilangan tahun Úaka 124, atau tahun Masehi 202.
          Meskipun kitab-kitab itu sudah menerangkan demikian, namun pernyataan itu tiada dapat dipakai pegangan yang kuat, untuk mnentukan putusnya Pulau Bali dengan Pulau Jawa  memang terjadi semasa itu. Mustahil Prapanca tiada menyebutkan dalam kitab karangannya itu,   bahwa putusnya Pulau Bali dengan Pulau Jawa bersamaan waktunya, apabila memang benar demikian halnya.-
          Dalam pada itu seorang penulis bernama  C.W. Laedbeater  menerangkan didalam sebuah kitab karangannya bernama: “The Occult  History of Java”  bahwa putusnya Pulau Jawa dengan Pulau Sumatra terjadi dalam tahun Masehi 915 (meletusnya Gunung Krakatau), yang menyebabkan  putus kedua pulau tersebut. Dapatlah keterangan penulis itu dipakai sandaran untuk menyatakan, bahwa putusnya Pulau Bali dengan Pulau Jawa terjadi pada waktu itu? Memang jikalau ditilik  dari letak  ketiga pulau itu (Sumatera, Jawa dan Bali) seakan-akan berangkai hanya dipisahkan oleh selat-selat yang sempit, tidaklah mustahil kejadian di Selat Sunda dapat dipengaruhi keadaan di Selat Bali.
          Sementara kitab-kitab itu tiada memberi ketegasan waktu mana kiranya putusnya Pulau Jawa dengan Pulau Bali terjadi, maka pendapat umum lebih condong mempercayai theori ilmu bumi. Pada zaman dahulu sebagian besar kepulauan Indonesia belum ada, masih bersatu dengan benua Asia, maka pada suatu ketika yaitu pada achir  zaman es, konon katanya gunung-gunung es  yang terdapat dikutub Utara dan dikutub  Selatan menjadi cair, sehingga permukaan laut naik dan merendam daerah-daerah yang rendah.
          Oleh karena itu terjadilah lautan Tiongkok Selatan, laut Jawa,  dan Selat Malaka. Kemungkinan ketika itulah terjadinya Selat Bali itu, lantaran dataran disana rendah, turut terendam air laut  yang sedang pasang itu.  Jika memang demikian halnya, sudah tentu putusnya Pulau Bali dengan Pulau Jawa itu terjadi beberapa ratus abad  sebelum tarich Masehi.
          Demikianlah keterangan-keterangan yang diperoleh mengenai hal ichwal putusnya Pulau Bali dengan Pulau Jawa itu, namun para achli belum ada yang berani menerangkan, kapan sebenarnya peristiwa itu terjadi. Baiklah hal itu dipakai sebagai gambaran saja, untuk meraba-raba , bahwa kedua pulau itu pada suatu masa kiranya memang benar mula-mula menjadi satu daratan - -
_____________________
*) Raffles  menerangkan , bahwa putusnya pulau Bali dengan pulau Jawa terjadi didalam tahun 1204. Hageman menerangkan terjadi dalam tahun 1293. Sedang R. van Eck menerangkan terjadi  dalam tahun 1298 . Keterangan mereka itu menurut perhitungan tahun Masehi.-          
Sumber :https://www.facebook.com/notes/i-love-hindu-bali-apapun-yang-terjadi/sejarah-bali-bagian-3-putusnya-bali-dengan-jawa-yang-mula-mula-menjadi-satu-dara/525729310781000